Rukun Iman ada 6 Inilah Arti Serta Penjelasannya Super Lengkap

Arti dari Rukun Iman

Rukun Iman merupakan rangkaian perintah di dalam Agama Islam untuk menguatkan kepercayaan seseorang kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) meliputi 6 perkara diantaranya adalah:

1. Iman Kepada Alloh SWT

Iman kepada Alloh SWT di dalam Agama Islam menempati urutan pertama dari 6 rukun iman yang ada. Iman kepada Alloh SWT berarti percaya dengan sepenuh hati bahwa Alloh SWT itu benar-benar ada. Alloh SWT adalah Tuhan semesta alam yang wajib disembah dan ditaati. Alloh SWT tidak beranak dan tidak diperanakan. Ia hanya satu-satunya penguasa langit dan bumi. Alloh SWT memiliki 99 nama yang biasa disebut Asmaul Husna. Singgasananya berada di atas Arsy. Seluruh mahkluk di bumi harus tunduk dan patuh pada semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya apabila ingin bahagia di kehidupan akhirat nanti yang sifatnya kekal abadi.

Rukun Iman Ada 6
Rukun Iman Ada 6

Manusia dilarang sama sekali membayangkan bagaimana bentuk fisik dari Alloh SWT. Cukuplah keimanan tersebut mengakui bahwa Alloh SWT benar-benar ada dan selalu memantau gerak-gerik kita serta selalu mengabulkan doa-doa makhluknya. Alloh SWT sangat suka sekali terhadap orang-orang beriman yang berdoa kepadanya. Sebaliknya Alloh SWT sangat benci terhadap manusia yang menyekutukannya dengan yang lain. Pertemuan dengan Alloh SWT secara langsung dari mata ke mata yang akan terjadi di akhirat nanti merupakan nikmat paling tinggi yang akan dirasakan oleh umat manusia yang masuk syurga.

2. Iman Kepada Malaikat-malaikat Alloh SWT

Setelah kita semua diwajibkan mengimani adanya Alloh SWT, posisi ke dua ditempati oleh perintah untuk percaya adanya Malaikat-malaikat yang diciptakan oleh Alloh SWT dengan tugasnya masing-masing. Jumlah malaikat Alloh SWT sangatlah banyak, namun tercatat hanya ada 10 Malaikat utama yang wajib diketahui dan diimani keberadaannya. Ke sepuluh Malaikat tersebut memiliki tugasnya masing-masing. Berikut ini adalah nama-nama dari 10 Malaikat utama dalam Islam:

  • Malaikat Jibril bertugas untuk menyampaikan wahyu Allah SWT kepada Nabi dan Rasul-Nya.
  • Malaikat Mikail bertugas untuk memberi rezeki pada manusia.
  • Malaikat Israfil bertugas untuk meniup terompet sangkakala di waktu hari kiamat.
  • Malaikat Izrail bertugas untukmencabut nyawa.
  • Malikat Munkar bertugas untuk menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur.
  • Malaikat Nakir bertugas untuk menanyakan dan melakukan pemeriksaan pada amal perbuatan manusia di alam kubur bersama malaikat Munkar.
  • Malaikat Raqib bertugas untuk mencatat segala amal baik manusia ketika hidup.
  • Malaikat Atid bertugas untuk mencatat segala perbuatan buruk (jahat) manusia ketika hidup.
  • Malaikat Malik bertugas untuk menjaga pintu neraka.
  • Malaikat Ridwan bertugas untuk menjaga pintu surga.

3. Iman Kepada Rasul dan Nabi-nabi Alloh SWT

Sama halnya dengan Malaikat, jumlah Nabi-nabi Alloh SWT ada banyak. Namun yang wajib diketahui dan diimani hanya berjumlah 25 orang saja, mereka adalah: Nabi Adam Alaihi Salam (AS), Nabi Idris AS, Nabi Nuh AS, Nabi Hud AS, Nabi Soleh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Luth AS, Nabi Ismail AS, Nabi Ishak AS, Nabi Yakub AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Ayub AS, Nabi Sueb AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Zulkifli AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Ilyas AS, Nabi Ilyasa AS, Nabi Yunus AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam (SAW).

Sedangkan jumlah Rasul (nabi yang menerima wahyu secara langsung dari Alloh SWT) yang wajib diimani dan dipercayai keberadaannya berjumlah 10 orang meraka adalah: Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, Nabi Ishaq AS, Nabi Yaqub AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Daud AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa sallam.

Baca Juga

4. Iman Kepada Kitab-kitab Alloh SWT

Alloh SWT menyampaikan firmannya yang berupa larangan dan perintah untuk menjalankan ibadah, ditujukan kepada umat manusia melalui perantara Malaikat Jibril yang kemudian disampaikan kepada para Rasul terpilih hingga menjadi kitab. Dalam Islam terdapat 4 kitab suci yang wajib diimani berdasarkan periode Rasulnya. Bisa dibilang, dari kitab suci yang masih belum lengkap menjadi kitab suci yang paling sempurna isinya. Karena ajaran Tahid (meyakini bahwa Alloh SWT itu hanya satu orang, tidak beranak dan tidak diperanakan) sudah ada sejak periode nabi-nabi sebelum lahirnya nabi Muhammad SAW, dengan kondisi masih dalam proses penyempurnaan. 4 kitab suci tersebut adalah Kitab Taurat yang diturunkan pada periode zaman Nabi Musa, Kitab Zabur yang diturunkan pada periode Nabi Daud, Kitab injil Kitab yang diturunkan pada periode Nabi Isa yang terakhir dan paling semurna adalah Kitab Suci Al-Quran yang diturunkan pada periode Nabi Muhammad SAW.

5. Iman Kepada Hari Akhir (Hari Kiamat)

Penganut Agama Isalam wajib mempercayai adanya hari akhir atau hari kiamat. Hari dimana seluruh alam semesta beserta isinya ini akan hancur. Bumi, langit, planet, bintang akan runtuh. Kehidupan akan berakhir dan berganti dengan kehidupan baru di alam yang baru juga. Nasib seluruh umat manusia di kehidupan baru setelah hari kiamat ditentukan oleh amalan mereka ketika masih hidup di dunia. Apabila setelah ditimbang seluruh amalan mereka cenderung berat di sisi amal baik, maka bisa dipastikan mereka akan bahagia dan dimasukan ke dalam Syurga Alloh SWT dan hidup kekal di dalamnya dengan berbagai nikmat yang sangat megah dan tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Sebaliknya apabila setelah ditimbang seluruh amalan mereka cenderung berat di sisi amal buruk, maka bisa dipastikan mereka akan menderita dan dimasukkan ke dalam Neraka Alloh SWT untuk menjalani kehidupan kekal selamanya di dalam Neraka yang sangat mengerikan dengan berbagai macam siksaannya secara terus menerus tanpa henti sedetikpun.

Perlu anda ketahui bahwa kematian yang dialami manusia secara bergiliran bukanlah termasuk hari Akhir/ Hari kiamat. Karena, apabila hari Kiamat sudah datang maka otomatis tidak akan ada lagi kehidupan di alam semesta ini. Orang yang mati sebelum datangnya hari kiamat akan berada dan ditempatkan di alam pemisah (menunggu hari Kiamat tiba) yang diberi nama alam barzah. Kiamat sendiri ada 2 tingkatan yakni Kiamat kecil atau kiamat sugro yang tanda-tandanya sudah kita alami sekarang ini dan Kiamat besar atau kiamat kubro yang ditandai dengan terbitnya matahari dari arah barat dan terdengar bunyi sangat keras dari peniupan sangkakala oleh Malaikat Israfil yang membuat alam semesta ini hancur lebur tak terseisa.

6. Iman Kepada Takdir (Qadha dan Qadar)

Di dalam Agama Islam, para pemeluknya wajib mengimani adanya takdir qadha dan qadar. Umat muslim (sebutan untuk pemeluk Agama Islam) harus percaya bahwa takdir manusia telah ditetapkan oleh Allah SWT. Jadi tugas manusia di dunia ini hanya sebatas mengikuti skenario yang telah kita terima jauh-jauh hari sebelum penciptaan langit dan bumi dan merupakan keputusan mutlak dari Alloh SWT.

Qadha berarti ketetapan yang sudah terjadi sebelum manusia lahir dan sebelum dunia tercipta, Allah sudah menciptakan ketetapan tentang hidup seseorang, kebaikan yang akan terjadi kepada orang tersebut selama mejalani kehidupan di dunia, keburukan yang akan terjadi kepada orang tersebut selama mejalani kehidupan di dunia, dan kematian. Sementara, Qadar berarti ketentuan atau kepastian Allah yang mengatur segala yang akan terjadi, sedang terjadi, dan telah terjadi.

Qadha dan Qadar adalah mutlak keputusan dari Alloh SWT, manusia sama sekali tidak punya kuasa untuk merubahnya. Semua manusia yang ditakdirkan mendapat Qadha dan Qadar baik akan dengan sendirinya diarahkan menuju jalan kebaikan dan kehidupannya akan berkahir dengan berbaik sangka pada Alloh SWT (Khusnul Khotimah) yaitu bagi mereka yang sudah ditentukan oleh Alloh akan menjadi penduduk Syurga. Sedangkan semua manusia yang ditakdirkan mendapat Qadha dan Qadar jelek akan dengan sendirinya diarahkan menuju jalan keburukan dan kehidupannya akan berkhir dengan berburuk sangka pada Alloh SWT (Suudzon) yaitu bagi mereka yang sudah ditentukan oleh Alloh SWT akan menjadi penduduk Neraka.

Tugas kita sebagai manusia hanya berdoa dan berharap semoga kita adalah salah satu dari milyaran orang yang diberi kenikmatan oleh Alloh SWT sebagai bagian dari penduduk Syurga. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *