Cara Bersikap Ketika Kita Terjebak di Lingkungan yang Toxic dan Bullying

Cara Bersikap Ketika Kita Terjebak di Lingkungan yang Toxic dan Bullying adalah dengan mengukur ketahanan diri sendiri apakah kita mampu untuk bertahan di tengah-tengah lingkungan tersebut atau tidak.

 

Lingkungan tempat kita bersosialisasi dan berinteraksi sehari-hari baik itu lingkungan tempat tunggal, sekolah, kuliah maupun tempat kerja memiliki peranan sangat penting bagi diri kita untuk bisa megembangkan diri menuju masa depan yang sukses atau bahkan sebaliknya menjadi penyebab kita gagal untuk meraih kesuksesan.

 

Lingkungan Toxic adalah lingkungan dimana masyarakatnya gemar berkata kasar dan kotor.

 

Lingkungan Bullying adalah lingkungan dimana masyarakatnya gemar mengejek, merendahkan dan menjatuhkan harkat derajat orang lain.

 

Pengalokasian hidup setiap manusia sudah ditentukan oleh Tuhan. Kita sebagai manusia hanya bisa menjalaninya saja. Apabila kita merupakan  salah satu orang yang kurang beruntung dalam hal pengalokasian seperti misalkan kita selalu dipertemukan dengan orang-orang yang membuat hati kita was-was, terancam, atau selalu berada di lingkungan orang-orang yang gemar toxic dan bullying. Apabila itu terjadi pada anda sebelum mengambil keputusan, anda harus menimbang dulu segalahal dari berbagai aspek.

Jika kita terlanjur sudah terjebak dalam lingkungan yang Toxic dan Bullying pilihannya Bertahan atau Pindah.

 

Jika Bertahan maka kita harus mengikuti dan beradaptasi dengan situasi di lingkungan tersebut. Kalau kita tidak bisa beradaptasi, maka kita akan menjadi orang yang dibully. Kita pun mau tidak mau harus terbiasa dengan pergaulan mereka seperti bagaimana cara mereka berbicara, memperlakukan orang lain atau kebiasaan mereka agar diterima di lingkungan tersebut yang mana akan membentuk diri kita menjadi orang yang toxic dan gemar melakukan bullying pula.

 

Jika Pindah. Alasan utamanya adalah karena kita mencintai diri kita sendiri. Lingkungan yang toxic dan Bullying sangat tidak sehat untuk kesehatan mental kita. Sebuah rasa bahagia dan tentram tidak bisa dibeli dengan uang.

Jika kita tetap memaksakan diri untuk ada di sana, maka akan semakin memperburuk keadaan mental kita. Terlalu lama di lingkungan tersebut maka akan membuat kita trauma dan susah untuk berkembang. Perlu anda ketahui bahwa trauma akibat bullying dan perkataan kasar (toxic) ini bisa mengakibatkan rasa percaya diri dalam bersosialisasi dan dalam berkomunikasi kita dengan orang lain menjadi terganggu. Jadi lebih baik jangan bertahan. Tapi kalau mau bertahan maka kita harus menanamkan sifat yg sabar dan pemaaf secara terus menerus.

 

Contoh kasusnya adalah: Misalkan, anda terpaksa berada di lingkungan Toxic dan Bullying karena di lingkungan itulah tempat anda bekerja, maka yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan segala hal untuk mencari pekerjaan baru di lingkungan baru pula. Sebelum melakukan hal tersebut, ada baiknya kalau kita berusaha memperbaiki diri, mencoba berbuat baik terhadap semua orang, berusaha bersikap sopan dan juga menyenangkan kepada setiap orang. Namun apabila lingkungan tersebut tetap saja Toxic dan Bullying maka satu-satunya cara adalah berpindahlah. Dunia ini sangat luas, jika anda memaksakan untuk bertahan di lingkungan tersebut, semua potensi gemilang yang ada pada diri anda akan terhambat. Langkah kaki anda menuju kesuksesan akan tertahan. Jangan pernah berambisi untuk bisa merubah sifat orang sesuai dengan yang kita inginkan karena hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat berat apalagi orang yang dimaksud sudah menjadikan Toxic dan Bullying sebuah kebiasaan mereka. Lebih baik kita yang mengalah untuk mundur dan menjauh dari lingkungan tersebut. Masih banyak tempat-tempat baru yang lebih layak dan akan membuat anda nyaman.

 

Selanjutnya adalah jangan pernah mau untuk meladeni orang-orang Toxic dan gemar melakukan Bullying. Jangan kita balas mereka dengan hal sama yang mereka lakukan untuk menjatuhkan mental kita. Cukup dengan menjauh dan menghindar maka energi kita tidak akan terbuang sia-sia.

 

 

Kita harus berani melakukan pengembaraan dari satu tempat ke tempat lain yang cocok dengan kita supaya semua potensi kita bisa terolah dengan maksimal. Jangan sekali-kali bertahan di lingkungan yang toxic dan bullying hanya karena tidak berani menjelajah atau berpindah ke tempat baru. Semoga artikel dengan judul Cara Bersikap Ketika Kita Terjebak di Lingkungan yang Toxic dan Bullying bisa bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *