Review Pengalaman Menggunakan Jasa GOBOX (Aplikasi Gojek) untuk Mengangkut Barang-Barang Saya Karena Mau Pindah Kostan di Daerah Jakarta

Ini adalah pengalaman saya menggunakan jasa GOBOX untuk mengangkut barang-barang saya guna pindah kostan. Sebelum menentukan untuk menggunakan jasa GOBOX, saya sempat mencari referensi di Google dengan kata kunci “Diskon pengangkutan barang pindah kost” lalu munculah beberapa jasa. Namun ketika saya membaca sebuah artikel yang berisi deretan 5 rekomendasi jasa pengangkutan barang dengan tujuan pindah kost, saya menemukan ada GOBOX yang merupakan bagian dari GOJEK. Otomatis saya langsung menjatuhkan pilihan pada jasa GOBOX punyanya GOJEK ini.

Kenapa ?

 

Karena saya sendiri adalah pelanggan setia Gofood nya Gojek. Jadi sudah familiar dan percaya dengan layanan mereka. Apalagi ini masalah mengangkut barang-barang berharga kita guna pindah kostan. Akan sangat berbahaya kalau kita asal-asalan menggunakan jasa pengangkutan. Bisa-bisa barang-barang kita dirampok di tengah jalan. Secara di kota Jakarta, kita benar-benar harus berhati-hati pada semua orang. Kejahatan ada di mana-mana.

 

Alasan saya memilih untuk menggunakan jasa pengangkutan GOBOX adalah karena sebagai seorang anak perantauan yang ngekost di Jakarta dan tidak memiliki kendaraan pribadi, mobilitas selama di Jakarta 100% menggunakan moda transportasi umum seperti Busway, Taxi dll. Maka menggunakan jasa pengangkutan adalah solusinya. Terlebih jarak antara tempat kost lama dan tempat kost baru terbilang jauh. Akan sangat kerepotan kalau kita memindahkannya sedikit-demi sedikit di dalam tas kita menggunakan transportasi umum.

 

Singkat cerita, saya mencoba pesan jasa GOBOX nya GOJEK dan memilih mobil bak terbuka, tidak membutuhkan waktu lama saya sudah mendapatkan Driver. Namun naasnya Drivernya itu hanya sendiri tidak berdua, sedangkan saya sudah terlanjur memilih pilihan tambah jasa panggul barang dari kostan lama dan ketika sudah sampai ke kostan baru. Kebetulan kostan baru saya itu harus masuk ke gang kecil sehingga mobil jenis apapun tidak bisa masuk. Gang tersebut hanya bisa dilewati oleh sepeda motor. Sedangkan jarak antara jalan raya ke kostan baru saya di gang itu lumayan jauh. Jadi jasa panggul juga sangat dibutuhkan.

 

Total kira-kira ada 15 bungkusan terdiri dari kardus, kasur, ember, dll. Apesnya saya hanya dapat personil GOBOX berjumlah 1 orang saja. Sehingga saya harus ikut capek panggul barang-barang saya mulai dari mengeluarkannya dari kostan lama dan menaruhnya ke kostan baru walaupun saya sudah membayar Jasa panggul di aplikasi itu.

 

Jujur, saya merasa kurang hoki dengan Driver GOBOX saya ini, pertama-tama, dia sengaja memilih jalan berliku-liku ke perumahan dibandingkan jalan yang tidak banyak likunya. Sepanjang perjalanan itu Drivernya “MENEROR” saya dengan pertanyaan “kemana lagi arahnya, ke sini atau ke situ”

WOY !!!! Saya gak tahu lah, saya itu baru pindah ke kostan baru tersebut, mana saya paham jalur jalan terutama jalan yang diambil oknum Driver tersebut sangat beda denga jalur yang sudah saya hafal waktu survey kostan untuk pertama kalinnya.

 

 

Berkali-kali oknum Driver tersebut meneror saya dengan ekspresi kecut, tengil seperti preman pasar yang bermuka bengis. Di dalam hati saya hanya mencoba untuk tenang, sabar, jangan banyak omong, jangan sok tahu, pokonya hindari ucapan yang menyinggung.

Jujur saya sangat ketakutan bahwa driver tersebut sengaja ingin membuat kami muter-muter tanpa tujuan. Banyak sekali pikiran negative dalam otak saya. Saya sangat ketakutan karena semua barang berharga saya ada di mobil GOBOX ini, kalau saja saya dirampok maka habis semua.

 

Dengan perasaan cemas tersebut dan Driver tersebut terus menerus meneror saya dengan pertanyaan tentang jalur yang saya sendiri gak tahu dengan jalur yang ia pakai. Lalu saya berinisiatif untuk berkata:

 

Pak, lebih baik kita kembali ke jalan utama tadi sebelum bapak berbelok ambil jalan ke Perumahan. Saya tahu periss jalurnya ke mana kalau bapak mengambil jalur utama bukan berbelok ke arah perumahan seperti ini.

 

Lalu saya mengiming-imingi uang tambahan kepadanya.

 

“Pak, saya janji nanti akan saya tambah Rp 50.000 asalkan kita kembali ke jalan utama sebelum bapak tadi berbelok ke arah perumahan ini”.

 

Lalu setelah diiming-imingi penambahan biaya sebesar Rp 50.000, tiba-tiba, kami yang awalnya muter-muter tanpa arah sampai beberapa kali bertanya pada orang-orang yang ada disekitar tempat tersebut, langsung berada di jalur yang tepat sesuai Peta.

 

Sontak, hati saya yang awalnya sudah sangat panik dan ketakutan, menjadi sedikit lega. Singkat cerita akhirnya kamipun sampai di depan Gang. Lalu Saya dan oknum Driver tersebut mengangkut barang tersebut dari Mobil pickup / bak terbuka yang diparkit di pinggir jalan ke kostan baru saya melewati gang sempit yang lumayan jauh. Singkat cerita semuanya selesai dan saya memenuhi janji saya untuk menambahkan upah lagi senilai Rp 50.000.

 

Jujur, saya merasa kurang Hoki dapat oknum Driver GOBOX yang itu. Tapi ingat tidak semua Driver GOBOX kurang baik pelayananya. Paling tidak mereka itu sudah punya data lengkap di perushaan GOJEK, sehingga kalau misal ada sesuatu hal yang buruk terjadi selama jasa berlangsung, maka bisa dengan mudah meminta pertanggungjawabkannya. Itulah alasan terkuat mengapa saya lebih percaya kepada layanan GOBOX nya GOJEK. Walaupun ternyata apabila beda driver, beda juga sifat dan pelayanannya pada customer.

 

Pesan dari saya, apabila anda mengalami hal yang sama dengan saya “Merasa sengaja diputer-puter supaya salah jalan”, kalian jangan ragu untuk mengiming-imingi upah lebih. Nyawa dan keselamatan kalian itu paling utama, sementara uang sesualit apapun mendapatkannya, masih bisa diiktiarkan untuk bisa didapatkan. Dan jangan sekali-kali ambil risiko memilih layanan jasa dari aplikasi yang belum punya kredibilitas ternama di media sosial. Itulah review saya tentnag layanan jasa GOBOX, semoga bermanfaat. Terima kasih

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *